FIFA akan mengusulkan tambahan dana pengembangan sepak bola senilai 3,4 miliar dolar AS atau sekitar 2,6 miliar poundsterling. Langkah ini membuat total dana yang disalurkan badan sepak bola dunia tersebut untuk pembinaan di seluruh dunia lebih dari dua kali lipat dibanding rencana awal untuk siklus 2027-2030. Uang tambahan itu akan diambil dari cadangan kas FIFA, bukan dari pos anggaran baru, dan rencananya dibahas dalam rapat dewan FIFA pada Kamis.

FIFA menyebut kesuksesan komersial Piala Dunia musim panas ini sebagai alasan utama mengapa mereka mampu melepas dana sebesar itu dari kas internal. Namun proposal ini muncul di tengah tekanan yang cukup besar terhadap organisasi, terutama setelah rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang digagas Presiden FIFA Gianni Infantino gagal. Sejumlah konfederasi besar, termasuk UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia, bahkan mempertanyakan posisi Infantino setelah rencana tersebut diungkap ke publik.
Rincian Anggaran Pengembangan Sepak Bola FIFA
Dana tambahan ini akan melengkapi anggaran 2,7 miliar dolar AS (sekitar 2,05 miliar poundsterling) yang sudah direncanakan untuk dibagikan kepada seluruh asosiasi anggota, konfederasi, asosiasi regional, serta sejumlah asosiasi yang tidak berafiliasi dengan FIFA. Dengan tambahan tersebut, FIFA akan membelanjakan total 6,35 miliar dolar AS atau sekitar 4,83 miliar poundsterling untuk pengembangan sepak bola pada siklus 2027-2030. Fokus utama belanja ini adalah investasi dan pembinaan sepak bola wanita serta sepak bola usia muda.
Adapun rincian pembagiannya adalah sebagai berikut:
- 25 juta dolar AS (sekitar 19 juta poundsterling) untuk setiap asosiasi anggota
- 99 juta dolar AS (sekitar 75 juta poundsterling) untuk masing-masing dari enam konfederasi
- 8,25 juta dolar AS (sekitar 6,3 juta poundsterling) untuk masing-masing dari 13 asosiasi zona atau regional
- 1,1 juta dolar AS (sekitar 836 ribu poundsterling) bagi 100 asosiasi anggota untuk solidaritas perjalanan dan peralatan
Selain besaran dana, FIFA juga menetapkan syarat penggunaan agar uang tersebut tidak dipakai sembarangan. Ketentuan ini penting karena dana pembinaan dalam jumlah besar kerap menjadi sorotan soal tata kelola dan akuntabilitas di banyak asosiasi anggota.
Ketentuan Pembagian dan Jadwal Persetujuannya
FIFA membagi penggunaan dana tambahan ini ke dalam tiga bagian yang sama besar. Sepertiga dialokasikan untuk pengembangan sepak bola wanita dan sepak bola usia muda, sepertiga untuk pembangunan infrastruktur dengan jaminan akses yang setara bagi sepak bola wanita dan usia muda, dan sepertiga sisanya untuk berbagai proyek. Pembagian yang seimbang ini menunjukkan upaya FIFA mendorong pembinaan jangka panjang, bukan sekadar bantuan tunai sesaat.
Rencana lengkapnya, termasuk syarat kelayakan, mekanisme pengajuan, proses persetujuan, pencairan, pengawasan, hingga audit, baru akan difinalisasi oleh dewan FIFA pada pertemuan berikutnya di Desember 2026. Setelah itu, seluruh rencana masih harus mendapat persetujuan dalam Kongres FIFA ke-77 pada Maret 2027. Artinya, meski pengumuman dananya sudah mencuat, implementasinya baru bisa berjalan setelah melewati dua tahap persetujuan internal tersebut.
Latar Belakang: Desakan UEFA dan Concacaf
Proposal ini tidak muncul di ruang kosong. Pada September lalu, UEFA dan Concacaf mengirim surat kepada Infantino yang meminta FIFA membayar setidaknya 10 juta dolar AS (sekitar 7,5 juta poundsterling) dari cadangan kasnya kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggota. Permintaan itu menjadi penanda bahwa banyak pihak menilai FIFA menyimpan dana yang terlalu besar saat masih banyak asosiasi anggota yang kekurangan sumber daya.
Dalam surat balasan yang dikirim ke enam konfederasi, Infantino menyatakan akan mendukung “tingkat pendanaan tambahan terbesar yang dapat diberikan secara bertanggung jawab”. Pernyataan itu penting karena Infantino rencananya kembali mencalonkan diri untuk periode keempat pada Maret 2027. Dukungan pendanaan yang besar secara langsung menjadi modal politiknya di hadapan 211 asosiasi anggota yang memiliki hak suara.
Di sisi lain, gagalnya FFE menempatkan Infantino dalam posisi yang kurang nyaman. Ia sebelumnya ingin menjual sebagian saham Piala Dunia dan sejumlah kompetisi lain kepada investor swasta, namun rencana itu menuai kritik keras karena dinilai mengancam prinsip nirlaba dan independensi kompetisi. Desakan agar FIFA membuka cadangan kasnya pun menjadi jalan tengah yang lebih aman secara politik.
Dampak bagi Asosiasi Anggota dan Industri Sepak Bola
Jika disetujui, tambahan dana ini akan menjadi salah satu kucuran terbesar dalam sejarah program pembinaan FIFA. Bagi banyak asosiasi anggota di kawasan dengan anggaran terbatas, dana sebesar 25 juta dolar AS per asosiasi bisa mengubah lanskap pembinaan, mulai dari pembangunan lapangan, program pelatih, hingga kompetisi kelompok umur. Dana sebesar itu juga memungkinkan asosiasi kecil membiayai perjalanan tim nasional dan pengadaan alat latihan tanpa bergantung sepenuhnya pada sponsor lokal.
Fokus pada sepak bola wanita dan usia muda juga berimplikasi pada arah industri secara lebih luas. Selama bertahun-tahun, investasi di dua sektor ini sering dianggap sekunder dibanding tim nasional senior pria, padahal keduanya adalah fondasi pertumbuhan penonton dan nilai komersial jangka panjang. Dengan menetapkan sepertiga dana untuk sektor tersebut dan menjamin akses setara pada alokasi infrastruktur, FIFA secara tidak langsung menetapkan standar baru yang bisa diikuti konfederasi maupun liga nasional.
Namun besarnya dana juga membawa risiko tersendiri. Pengawasan dan audit menjadi krusial karena tata kelola keuangan di sejumlah asosiasi anggota masih menjadi persoalan. Tanpa mekanisme kontrol yang ketat, alokasi besar justru berpotensi menimbulkan masalah baru, bukan memperbaiki pembinaan.
Perubahan Kode Disiplin soal Folarin Balogun
Dalam rapat dewan yang sama, menurut pemahaman BBC Sport, ada pula proposal untuk mengubah kode disiplin FIFA agar insiden yang menimpa penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, tidak terulang. Balogun sebelumnya dikeluarkan dari lapangan di Piala Dunia, namun ia tidak melewatkan satu pertandingan pun karena hukumannya ditangguhkan. Situasi semacam itu disebut sebagai skenario yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Jika proposal tersebut disetujui, aturan akan secara tegas menyatakan bahwa larangan bermain satu pertandingan otomatis akibat kartu merah tidak dapat ditangguhkan. Ketentuan ini rencananya ditambahkan ke Pasal 27 dalam daftar situasi yang membuat hukuman tidak bisa dihentikan sementara, termasuk hukuman otomatis satu laga karena kartu merah. Langkah ini menjawab pertanyaan publik tentang proses yang membuat sanksi Balogun bisa ditangguhkan.
Isu ini memunculkan kekhawatiran serius soal intervensi politik, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia menelepon Infantino untuk meminta hukuman tersebut dibatalkan. Dengan menutup celah penangguhan pada kasus kartu merah, FIFA berupaya menjaga kredibilitas sistem disiplinnya dari tekanan pihak luar sekaligus memastikan kompetisi berjalan konsisten.
Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya
Sejumlah mata akan tertuju pada rapat dewan pada Kamis dan pertemuan lanjutan di Desember 2026. Di dua momen itu, FIFA harus membuktikan bahwa rencana pendanaan ini bukan sekadar respons sementara terhadap tekanan publik dan politik menjelang pemilihan presiden organisasi pada Maret 2027. Kejelasan soal mekanisme pencairan dan audit akan menentukan apakah dana benar-benar sampai ke level akar rumput.
Yang juga menarik dicermati adalah sikap UEFA, Concacaf, dan konfederasi lain setelah proposal ini masuk ke meja. Ketiga pihak sebelumnya terang-terangan mempertanyakan kepemimpinan Infantino, sehingga dukungan atau penolakan mereka akan menjadi sinyal penting bagi arah politik FIFA dalam beberapa tahun ke depan. Jika proposal ini diterima dengan baik, tekanan terhadap Infantino berpotensi mereda, meski persoalan tata kelola dan transparansi tidak otomatis selesai.
Kesimpulan
FIFA berencana menambah 3,4 miliar dolar AS dari cadangan kas untuk pengembangan sepak bola pada siklus 2027-2030, sehingga total dananya mencapai 6,35 miliar dolar AS dengan fokus pada sepak bola wanita dan usia muda. Dana itu diproyeksikan mengalir ke 211 asosiasi anggota, enam konfederasi, 13 asosiasi zona, serta sejumlah asosiasi lain dengan skema pembagian yang sudah dirinci. Rencananya baru akan difinalisasi pada Desember 2026 dan membutuhkan persetujuan Kongres FIFA ke-77 pada Maret 2027.
Yang tak kalah penting, rapat dewan tersebut juga menyimpan agenda perubahan kode disiplin terkait penangguhan hukuman kartu merah, yang muncul setelah kasus Balogun di Piala Dunia. Semua ini menegaskan bahwa FIFA saat ini bergerak di dua medan sekaligus: memperbesar bantuan pembinaan untuk meredam kritik, dan memperketat aturan agar sistem kompetisi tidak mudah diintervensi dari luar.