Gittens Siap Bekerja dengan Pelatih Baru Chelsea
Jamie Gittens, winger muda Chelsea, menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dari skuad musim depan di bawah asuhan pelatih anyar, Xabi Alonso. Dalam wawancara terbaru, pemain berusia 21 tahun itu menyebut Alonso sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa dan merasa terhormat bisa diasah olehnya.
Gittens bergabung ke Chelsea dari Borussia Dortmund dengan biaya transfer sebesar £52 juta pada musim panas lalu. Namun, musim pertamanya di Stamford Bridge belum berjalan mulus. Ia kesulitan menunjukkan performa konsisten dan sempat diganggu cedera hamstring pada Januari lalu yang membuatnya absen di sisa musim.
Meski begitu, Gittens optimistis bisa bangkit musim depan. Ia mengaku sudah berbicara langsung dengan Alonso dan mendapatkan arahan yang jelas. “Dia hanya ingin saya tetap positif, terus menggiring bola, menciptakan peluang, dan mendorong diri saya semaksimal mungkin,” ujar Gittens mengutip pernyataan pelatihnya.
Alonso, Gelandang Kelas Dunia yang Dihormati
Gittens menambahkan bahwa seluruh skuad sangat respek kepada Alonso karena rekam jejaknya sebagai pemain. “Dia adalah gelandang kelas dunia selama bermain di Real Madrid dan Liverpool, di antara klub lainnya,” kata Gittens. Pengalaman Alonso sebagai pemain top membuat pendekatan taktiknya lebih mudah diterima para pemain.
Selain itu, Gittens juga pernah merasakan langsung kesulitan menghadapi tim asuhan Alonso saat masih di Jerman. “Saat saya menghadapi Bayer Leverkusen miliknya, itu benar-benar berat. Mereka benar-benar sebuah tim,” kenangnya. Leverkusen sukses memenangkan Bundesliga dan Piala Jerman di musim penuh pertama Alonso sebagai pelatih, menunjukkan kemampuan sang juru taktik dalam membangun kohesi tim.
Kunci Kebangkitan: Kohesi Tim dan Rekrutan Baru
Musim lalu Chelsea finis di posisi ke-10 Liga Premier Inggris, gagal lolos ke kompetisi Eropa, dan tanpa trofi. Gittens mengakui bahwa kekompakan tim menjadi masalah utama. Namun, ia yakin kehadiran pemain baru seperti Morgan Rogers — yang dibeli dengan rekor transfer Inggris £117 juta — akan meningkatkan standar. “Saya pernah bermain dengannya di akademi Manchester City. Dia akan mendongkrak kualitas tim,” ucap Gittens.
Ia juga menegaskan ambisi Chelsea tetap tinggi. “Kami ingin memenangkan segalanya,” tegasnya. Dengan Alonso yang dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim solid, Gittens percaya perubahan positif akan terlihat musim depan.
Pemulihan Cedera dan Performa di Pramusim
Cedera hamstring yang diderita Gittens pada Januari lalu menjadi pengalaman pertamanya mengalami cedera otot. “Ini sulit karena ini cedera otot pertama saya. Sekarang saya merasa jauh lebih baik, hamstring saya sudah baik,” ungkapnya. Setelah menjalani kamp pelatihan pemulihan di Portugal dan Spanyol, Gittens mengaku kondisinya sudah 90% fit.
Bukti kesembuhannya terlihat saat ia mencetak gol dalam dua pertandingan tertutup melawan klub EFL, Crawley dan Bromley, di bawah arahan Alonso. Performa itu menjadi sinyal positif bahwa Gittens siap bersaing merebut tempat utama di skuad utama Chelsea.
Target Musim Depan: Buktikan Kemampuan
Gittens sadar bahwa musim depannya akan menjadi momentum penting. “Saya ingin sukses di sini. Saya perlu menunjukkan kepada orang-orang apa yang bisa saya lakukan. Saya sudah menunjukkan sedikit gambaran, tapi musim ini akan menjadi musim yang bagus,” pungkasnya. Dengan dukungan penuh dari Alonso dan rekrutan anyar, Gittens bertekad untuk menjadi pemain kunci di lini serang Chelsea.
Para penggemar Chelsea tentu berharap bahwa kolaborasi antara Gittens dan Alonso bisa membawa kembali kejayaan klub. Kombinasi bakat muda dan kepelatihan berpengalaman menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan Liga Premier yang semakin ketat.
