Pelatih kepala baru tim nasional Skotlandia, Sebastien Pocognoli, dijadwalkan mengumumkan daftar pemain pertamanya pada Selasa mendatang. Skuad baru Skotlandia itu disiapkan untuk menghadapi tiga laga Nations League B melawan Slovenia, Swiss, dan Makedonia Utara, sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru tim berjuluk Tartan Army tersebut.
Momen ini terasa penting karena Pocognoli mewarisi tim yang baru saja tampil di putaran final Piala Dunia putra, pencapaian pertama Skotlandia dalam 28 tahun. Namun di balik capaian itu, tersisa sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, terutama soal regenerasi dan posisi-posisi yang belum memiliki pemilik tetap. Publik Skotlandia pun menunggu apakah pelatih asal Belgia itu akan melakukan perubahan besar atau justru memilih jalan kontinuitas seperti pendahulunya.
Jadwal dan Pertanyaan Besar Menuju Pengumuman Skuad
Tiga laga di Nations League B menjadi ajang pembuktian pertama bagi Pocognoli sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala. Laga melawan Slovenia, Swiss, dan Makedonia Utara bukan sekadar agenda rutin, sebab dari sinilah arah permainan dan karakter tim akan mulai terlihat. Daftar pemain yang ia pilih akan menjadi sinyal paling jelas soal gaya kepelatihan yang ingin ia bangun.
Pada saat yang sama, Pocognoli juga telah menyegarkan susunan staf kepelatihannya. Salah satu nama yang tetap dipertahankan adalah Irvine, yang sebelumnya bekerja di lingkaran kepelatihan timnas Skotlandia. Keputusan ini menunjukkan bahwa ia berusaha menyeimbangkan penyegaran ide dengan menjaga kesinambungan kerja yang sudah berjalan di dalam tim.
Tekanan dari pendukung pun cukup besar. Kalangan suporter, termasuk mereka yang tergabung dalam Tartan Army, sudah lama menginginkan wajah-wajah baru masuk ke tim utama. Setelah kekalahan dan kepulangan lebih cepat dari Amerika Serikat pada musim panas lalu, harapan itu terasa semakin kuat menjelang pengumuman skuad.
Warisan Steve Clarke dan Dambaan Darah Segar
Sebelum Pocognoli, tongkat kepelatihan dipegang Steve Clarke selama tujuh tahun. Masa kepemimpinannya terbilang sukses karena membawa Skotlandia kembali ke putaran final Piala Dunia putra untuk pertama kalinya dalam 28 tahun. Clarke dikenal sangat mengutamakan konsistensi, mempertahankan pemain yang ia percaya dari satu pemanggilan ke pemanggilan berikutnya.
Namun, kesetiaan itu justru sering dianggap sebagai titik lemah terbesarnya, setidaknya menurut sebagian pendukung. Seruan agar pemain muda dan pemain yang sedang dalam performa terbaik diberi kesempatan kerap tidak mendapat jawaban nyata. Akibatnya, daftar pemain cenderung stagnan meski ada banyak nama baru yang menonjol di level klub.
Sekarang, jika memang ada waktu yang tepat untuk membuka pintu bagi harapan tersebut, momen itu adalah sekarang. Pertanyaannya, apakah Pocognoli akan melakukan perubahan menyeluruh dari skuad berpengalaman yang pulang lebih cepat dari Amerika Serikat? Ataukah ia tetap mengandalkan kesinambungan untuk menghadapi Slovenia, Swiss, dan Makedonia Utara?
Sektor Kiper Masih Jadi Titik Rawan
Masalah yang menghantui tahun-tahun terakhir era Clarke dipastikan masih menjadi persoalan di awal kepemimpinan Pocognoli. Angus Gunn menjadi kiper utama di Piala Dunia, dan sejak bergabung dengan San Jose Earthquakes ia memang mendapat menit bermain lebih rutin. Meski begitu, catatannya cukup mengkhawatirkan karena ia kebobolan 21 gol dalam sembilan laga Major League Soccer, walau ia sempat membuat empat penyelamatan penting dalam kemenangan San Jose pekan lalu.
Di turnamen besar itu, Gunn didampingi Craig Gordon yang kini sudah pensiun dari sepak bola, serta Liam Kelly yang belum tampil sejak Derek McInnes mengambil alih Rangers pada musim panas. Situasi tersebut membuka kemungkinan adanya dua tempat di posisi kiper yang bisa diperebutkan dalam skuad kali ini.
Scott Bain mungkin merasa kurang beruntung karena tidak ikut terbang ke Amerika Serikat pada Juni lalu, padahal saat itu ia bermain reguler di Scottish Premiership bersama Falkirk dan meraih cap keempatnya melawan Pantai Gading pada April. Ia memulai musim dengan cukup stabil, bangkit setelah melakukan kesalahan melawan Celtic dan kemudian mencatat serangkaian penyelamatan impresif melawan Dundee United. Pelatih Falkirk, John McGlynn, bahkan baru-baru ini menilai Bain layak menjadi starter untuk Skotlandia bulan ini.
Liam McFarlane mungkin belum menyaingi Bain untuk posisi utama, tetapi kiper berusia 21 tahun itu punya peluang kuat dipanggil sebagai pilihan ketiga. Setelah dipinjamkan dari Hearts ke Partick Thistle pada musim panas, ia hanya kebobolan satu gol dalam lima laga Championship. Ia juga pernah berada di Amerika Serikat sebagai kiper latihan dalam skuad Piala Dunia bentukan Clarke, sehingga reputasinya di klub maupun di lingkaran timnas terbilang baik. Mengingat rumitnya situasi di sektor ini, memanggilnya lebih cepat dengan orientasi masa depan tampak sebagai langkah yang masuk akal.
Regenerasi di Lini Belakang
Pergantian generasi juga berpotensi terjadi di lini belakang. Grant Hanley yang berusia 34 tahun harus keluar lapangan karena cedera saat Hibernian kalah dari St Johnstone, sementara John Souttar (29 tahun) belum masuk ke skuad pertandingan Rangers musim ini di tengah ketertarikan klub luar negeri.
Sebaliknya, Stephen Welsh justru sedang menanjak. Bek tengah mantan pemain Celtic itu tampil mengesankan saat dipinjamkan ke Motherwell musim lalu, lalu cepat beradaptasi di Championship Inggris bersama Swansea. Statusnya sebagai mantan kapten tim U-21 membuat seruan agar ia dipanggil kembali ke tim senior semakin keras. Ia baru saja tampil lebih baik dibanding Luke Graham, bek Stoke City yang juga berpotensi mendapat cap pertamanya.
Graham, mantan bek Dundee, pindah ke Stoke setelah dilibatkan dalam latihan skuad utama sebelum Piala Dunia dan masuk bangku cadangan pada laga persahabatan melawan Curacao. Postur kuat di udara dan kaki kiri membuatnya terlihat sebagai pesaing langsung Scott McKenna, begitu pula Luis Binks. Nama terakhir mungkin kurang familier, tetapi ia adalah kapten klub Superliga Denmark, Brondby, dan pernah memperkuat Skotlandia di level U-18 sebelum membela tim muda Inggris.
Dalam wawancara yang cukup terbuka bulan lalu, Binks mendorong pemain muda Skotlandia agar tetap berkarier di negeri sendiri daripada hanya menjadi “sekadar nomor” di Inggris. Produk akademi Tottenham itu juga menyebut Aaron Hickey sebagai temannya sejak sama-sama di Bologna, dan mengaku berhasrat memperkuat Skotlandia meski belum pernah membahasnya dengan Clarke. Sejak artikel itu terbit pada Agustus, dorongan publik untuk memanggilnya melonjak, dan kini keputusan berada di tangan Skotlandia serta Pocognoli.
Nama lain yang ramai dibicarakan adalah Colby Donovan, yang dilempar ke starting XI Celtic saat Alistair Johnston absen, bahkan mengalahkan anggota skuad Piala Dunia, Anthony Ralston. Bek kanan berusia 20 tahun itu tampaknya hanya soal waktu untuk masuk tim utama, meski persaingannya berat bersama Hickey, Nathan Patterson, dan Max Johnston. Bek kiri Josh Doig dari Sassuolo juga masuk daftar pemain yang layak dipertimbangkan kembali.
Lini Tengah Menanti Gilmour, Miller, dan Mulligan
Billy Gilmour kembali setelah cedera lutut yang ia alami menjelang penerbangan Skotlandia ke Florida, dan hampir pasti masuk ke skuad Pocognoli. Gelandang Napoli itu bermain penuh sepanjang laga pembuka Liga Champions melawan Arsenal pekan lalu, setelah sebelumnya masuk dari bangku cadangan saat menghadapi Inter Milan di Serie A. Kehadirannya sangat dirindukan di Amerika Serikat, dan harapan besar kini tertuju padanya sebagai poros babak baru timnas.
Banyak pihak menduga Lennon Miller akan mengambil tempat di pesawat menuju turnamen, tetapi Tyler Fletcher datang pada waktu yang tepat. Kini situasi Miller di Udinese belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana karena ia masih berjuang menembus starting XI klub Serie A tersebut. Meski demikian, dengan Scott McTominay yang sedang menjalani pemulihan setelah operasi jantung, mantan pemain Motherwell itu bisa saja diberi kesempatan menambah koleksi empat capnya.
Josh Mulligan dari Hibernian juga layak diperhitungkan, meski klubnya memulai musim dengan kurang mulus. Gelandang berusia 23 tahun itu sudah terlibat dalam struktur timnas sejak tahun lalu, tetapi belum pernah mendapat cap. Penampilannya di derby Edinburgh yang disaksikan langsung oleh Pocognoli awal bulan ini cukup mengesankan, dan ia menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Hibernian asuhan David Gray yang tengah kesulitan.
Siapa yang Bisa Memanfaatkan Absennya Shankland?
Soal kesulitan, Skotlandia masih terlihat belum memiliki striker kelas atas yang murni haus gol. Che Adams sepertinya pasti masuk, terutama karena ia sudah mencetak dua gol dalam tiga laga Serie A bersama Torino. Namun siapa yang mendampinginya masih belum jelas, dan di situlah peluang terbuka bagi sejumlah nama.
Kapten Rangers, Lawrence Shankland, sedang cedera dan sudah berusia 30 tahun, sehingga Pocognoli mungkin menilai waktu mengandalkan Lyndon Dykes dari Millwall juga mendekati akhir. Sepanjang tahun ini, publik juga menyaksikan tarik ulur soal kemungkinan kembalinya Oli McBurnie ke timnas. Di era Clarke, yang tidak senang karena percakapan pribadi mereka dibocorkan ke publik, striker Hull City itu tampak jelas tidak akan kembali untuk pertama kalinya sejak 2021, tetapi pelatih Belgia ini bisa saja menawarkan awal yang baru.
Meski belum mencetak gol musim ini untuk Hull yang kini berada di posisi ketiga Premier League, McBurnie adalah striker utama mereka. Penampilannya dinilai luar biasa ketika Hull menghajar Manchester United, dan ia memberi assist untuk gol kedua dalam hasil imbang 2-2 melawan Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu lalu.
Nama yang paling menyita perhatian pada Juli dan Agustus adalah Robbie Ure. Produk akademi Rangers itu diburu banyak klub Eropa setelah tajam bersama Sirius di Swedia dengan 20 gol dan tiga assist dalam 20 pertandingan, yang berujung pada kepindahan senilai £5,5 juta ke raksasa La Liga, Sevilla. Pemain berusia 22 tahun itu belum mencetak gol di Spanyol, tetapi karena ia juga memenuhi syarat membela Ukraina, Pocognoli mungkin tergoda mengikatnya secepat mungkin.
Kieron Bowie juga berpindah klub pada musim panas. Setelah Hellas Verona terdegradasi dari kasta teratas Italia, ia bergabung dengan Doig di Sassuolo dan tampil meyakinkan, bahkan sebelum membuka rekening golnya dalam kemenangan dramatis atas Juventus akhir pekan lalu. Gol keduanya sepanjang karier ke gawang Si Nyonya Tua itu memicu selebrasi liar. Sebagai penyerang kuat dan fisik dengan kaki kiri bertenaga, ia berharap bisa menambah dua cap yang sudah dimilikinya.
Trio Lini Depan Hearts yang Sedang Bersinar
Dari daratan Eropa, perhatian juga tertuju ke Skotlandia sendiri, terutama trio lini depan favorit pelatih kepala Hearts, Wouter Vrancken. Ujung tombaknya adalah James Wilson yang sudah pernah mendapat cap dan tampak kembali bersemangat setelah masa pinjaman bersama tim muda Tottenham Hotspur musim lalu. Gol tambahannya ke gawang Hibernian, yang disaksikan langsung oleh Pocognoli, seharusnya menambah kepercayaan diri remaja itu yang memulai musim dengan penuh motivasi untuk membuktikan diri.
Penampilan Wilson tidak lepas dari dukungan dua pemain sayap, Calvin Miller dan Josh McPake. Gol McPake di Easter Road memicu selebrasi meriah di tribun pendukung tamu dan menegaskan statusnya sebagai kandidat serius untuk dipanggil, terutama jika performanya bersama St Johnstone saat menjuarai Championship tahun lalu belum cukup meyakinkan. Miller, yang juga membawa performa apik dari kasta kedua ke liga utama, sama seperti McPake, menyatu dengan gaya permainan menyerang yang disukai Vrancken, rekan senegaranya.
Dorongan agar ketiganya dipanggil memang sangat ramai terdengar. Namun apakah pelatih kepala baru Skotlandia itu benar-benar memperhatikannya, itu persoalan lain. Yang jelas, kolam pemain yang tersedia untuk dipertimbangkan Pocognoli kini jauh lebih luas.
Apa Artinya bagi Skotlandia dan Para Pemain
Bagi para pemain yang belum pernah mendapat cap, pengumuman ini bisa menjadi titik balik karier. Panggilan pertama ke tim senior tidak hanya menaikkan status mereka di klub, tetapi juga memengaruhi nilai transfer dan posisi tawar dalam negosiasi kontrak. Sebaliknya, bagi pemain senior yang mulai tersisih, absennya nama mereka menjadi sinyal bahwa masa keemasan bersama timnas mulai berakhir.
Bagi Pocognoli sendiri, daftar ini adalah pernyataan pertama tentang cara kerjanya. Jika ia memilih banyak wajah baru, ia mengambil risiko jangka pendek demi membangun fondasi, tetapi sekaligus mengirim pesan bahwa performa di level klub lebih penting daripada nama besar. Jika ia tetap mengandalkan pemain lama, ia mengejar hasil instan di Nations League B dengan taruhan bahwa regenerasi bisa ditunda.
Bagi para pendukung, keputusan ini akan menjadi ukuran awal apakah harapan mereka selama bertahun-tahun benar-benar didengar. Tartan Army sudah lama mengeluhkan stagnasi daftar pemain, dan pengumuman pertama seorang pelatih baru adalah kesempatan paling wajar untuk mengubahnya.
Konteks Lebih Luas: Tren Regenerasi Timnas
Persoalan yang dihadapi Skotlandia sebenarnya bukan hal langka. Banyak negara dengan populasi kecil dan kolam pemain terbatas menghadapi dilema serupa: bertahan dengan generasi yang sudah terbukti, atau mempercepat promosi pemain muda yang belum teruji di level internasional. Negara yang berhasil biasanya adalah yang mampu menjaga keseimbangan, mempertahankan inti berpengalaman sambil memberi ruang bagi penyegaran bertahap.
Yang menarik, sebagian besar kandidat yang dibicarakan kini justru bermain di luar Liga Skotlandia, mulai dari Serie A, Championship Inggris, Superliga Denmark, hingga La Liga. Artinya, kualitas pemain Skotlandia tersebar cukup luas, dan tugas Pocognoli adalah menilai mereka berdasarkan performa klub, bukan sekadar kedekatan atau kebiasaan lama. Pertandingan melawan Slovenia, Swiss, dan Makedonia Utara akan menjadi ujian awal apakah pendekatan itu membuahkan hasil.
Penutup
Pengumuman skuad pada Selasa menjadi langkah pertama Sebastien Pocognoli dalam membentuk identitas timnas Skotlandia. Sektor kiper masih menjadi titik rawan, lini belakang berpotensi mengalami pergantian generasi, lini tengah menanti kembalinya Billy Gilmour, dan lini depan membuka peluang bagi nama-nama seperti Robbie Ure, Kieron Bowie, serta trio Hearts. Semua mata kini tertuju pada satu hal: seberapa berani pelatih baru itu mengambil keputusan.
Yang pasti, harapan akan darah segar sudah lama tersimpan di kalangan pendukung, dan momen ini adalah kesempatan paling logis untuk mewujudkannya. Apakah Pocognoli memilih perubahan besar atau jalan kontinuitas, daftar pemain pertamanya akan menjadi cermin arah perjalanan Skotlandia beberapa tahun ke depan.
