Tottenham Hotspur resmi mengumumkan perekrutan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, dengan nilai transfer mencapai £100 juta (sekitar Rp2 triliun). Transfer Sandro Tonali ini menjadi rekor termahal sepanjang sejarah klub London Utara tersebut, melampaui rekor sebelumnya yang juga baru dipecahkan beberapa hari lalu. Pemain berusia 26 tahun itu langsung menandatangani kontrak jangka panjang setelah melalui negosiasi alot dengan The Magpies.
Detail Kesepakatan Transfer Sandro Tonali
Kesepakatan ini tidak mudah diraih. Tottenham awalnya mengajukan tawaran sekitar £80 juta yang langsung ditolak Newcastle. Namun, kedua klub akhirnya mencapai kata sepakat dengan struktur pembayaran sebagai berikut:
- Biaya awal (fixed fee) sebesar £92,5 juta
- Tambahan bonus (add-ons) senilai £7,5 juta yang tergantung pada pencapaian tertentu
- Total maksimal yang bisa dibayarkan Tottenham adalah £100 juta
Dengan nilai tersebut, Tonali menjadi pemain termahal dalam sejarah Tottenham, menggeser Mateus Fernandes yang baru saja direkrut dari West Ham dengan banderol £85 juta. Tonali sendiri sebelumnya bergabung ke Newcastle dari AC Milan pada Juli 2023 dengan harga £55 juta.
Peran De Zerbi dalam Transfer Sandro Tonali
Manajer Tottenham saat ini, Roberto De Zerbi, disebut menjadi faktor kunci dalam keputusan Tonali bergabung. Keduanya memiliki hubungan khusus karena sama-sama berasal dari klub masa kecil, Brescia. “Saya berbicara dengan pelatih kepala selama hampir dua jam tentang klub, penggemar, stadion, dan gaya sepak bola kami,” kata Tonali dalam pernyataan resmi. “Itu seperti sulap karena saya langsung tahu bahwa saya harus bergabung dengan Tottenham.”
De Zerbi juga mengakui ketertarikannya pada Tonali sejak lama. “Saya sudah mengikutinya sejak ia masih menanjak di sistem junior Brescia. Saya sangat senang bisa bekerja sama dengannya sekarang,” ujar De Zerbi. Pelatih asal Italia itu mengambil alih Tottenham pada akhir Maret lalu dan hampir saja menyelamatkan klub dari degradasi Premier League.
Perjalanan Karier Tonali: Dari Larangan Taruhan hingga Trofi Pertama Newcastle
Sandro Tonali memulai karier profesionalnya di Brescia sebelum pindah ke AC Milan. Saat berseragam Milan, ia meraih scudetto Serie A musim 2021–2022. Namun, petualangannya di Newcastle sempat terusik oleh larangan bermain selama 10 bulan akibat pelanggaran aturan taruhan yang dijatuhkan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada 2023.
Setelah kembali dari skorsing, Tonali menjelma menjadi pemain kunci di lini tengah Newcastle. Ia membantu The Magpies memenangkan Carabao Cup pada tahun 2025—gelar pertama klub dalam 70 tahun. Dalam unggahan media sosialnya, Tonali mengucapkan terima kasih kepada manajer Eddie Howe dan para penggemar Newcastle, “Kota ini memberi saya lebih dari sekadar sepak bola. Ia memberi saya rumah, momen yang akan saya ingat selamanya, dan orang-orang yang selalu saya syukuri.”
Belanja Besar Tottenham Musim Panas Ini
Tottenham menjalani musim panas yang sangat sibuk setelah finis di peringkat ke-17 Premier League musim lalu—hanya dua poin di atas zona degradasi. Selain Tonali, klub juga telah mendatangkan sejumlah pemain baru:
- Mateus Fernandes (gelandang) dari West Ham – £85 juta
- Andy Robertson (bek kiri) dari Liverpool – transfer gratis
- Marcos Senesi (bek tengah) dari Bournemouth – transfer gratis
- Jan Paul van Hecke (bek tengah) dari Brighton – diperkirakan biaya besar
Total belanja Tottenham musim panas ini diperkirakan menembus angka £237 juta jika semua kesepakatan termasuk Van Hecke selesai. Namun, menurut direktur olahraga Tottenham Johan Lange, Tonali adalah pemain spesial: “Ia memiliki kualitas teknis luar biasa yang dipadu dengan kecerdasan sepak bola sejati, serta karakter untuk berkembang di lingkungan yang penuh tekanan.”
Mengapa Tottenham Mampu Belanja Sebesar Ini? Analisis SCR
Banyak pihak bertanya-tanya bagaimana klub yang nyaris terdegradasi bisa mengeluarkan dana transfer besar-besaran. Jawabannya terletak pada aturan baru Squad Cost Ratio (SCR) dan pendapatan stadion baru Tottenham.
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menjelaskan bahwa di bawah SCR, klub diizinkan mengeluarkan hingga 85% dari pendapatan untuk biaya pemain (termasuk gaji, amortisasi transfer, dan biaya agen). Dalam laporan keuangan terakhir Tottenham (2024–25), gaji dan amortisasi hanya mencapai 61% dari total pendapatan. Artinya, klub masih memiliki ruang belanja yang luas.
Selain itu, Stadion Tottenham yang baru menjadi mesin uang. Dulunya di White Hart Lane, pendapatan pertandingan tahunan hanya £45 juta dan pendapatan komersial £73 juta. Kini, angka tersebut melonjak menjadi masing-masing £126 juta dan £277 juta pada 2024–25. Stadion ini juga bisa menggelar hingga 30 acara non-sepak bola per tahun, seperti konser dan pertandingan NFL.
Magure juga menekankan bahwa biaya transfer tidak dibebankan sekaligus dalam satu tahun, melainkan diamortisasi selama masa kontrak (maksimal lima tahun). Jadi, belanja £240 juta musim panas ini setara dengan beban amortisasi tahunan hanya £48 juta. Dengan total pendapatan Tottenham sebesar £565 juta pada 2024–25, klub mampu mengalokasikan hingga £480 juta per tahun untuk skuad berdasarkan aturan SCR.
Kesimpulan: Langkah Berani Tottenham Menuju Kebangkitan
Transfer Sandro Tonali bukan sekadar pembelian bintang biasa. Ini adalah sinyal bahwa Tottenham serius membangun kembali tim pasca-hampir degradasi. Dengan dukungan finansial yang kuat berkat stadion baru dan manajemen keuangan yang cermat, serta visi De Zerbi yang jelas, Spurs berharap Tonali bisa menjadi fondasi lini tengah untuk bersaing di papan atas Premier League dan Eropa musim mendatang.
