Saga transfer Ollie Watkins menjadi pukulan telak bagi Aston Villa menjelang penutupan bursa transfer. Klub Premier League itu sama sekali tidak menyangka bahwa masa depan striker andalannya akan berakhir dengan cara yang rumit seperti sekarang. Al-Hilal, klub raksasa Liga Pro Saudi, terus menekan dengan empat tawaran yang diajukan, tetapi semuanya masih ditolak oleh pihak Villa.
Situasi ini mengingatkan kembali pada gejolak yang pernah terjadi di Villa Park musim lalu. Saat itu, kiper Emi Martinez mencoba pergi ke Manchester United, dan Unai Emery hanya mengulang nama penggantinya, Marco Bizot, ketika ditanya soal absennya pemain Argentina tersebut pada laga pembuka melawan Crystal Palace. Kini, giliran Watkins yang membuat Emery bersikap tak biasa — ia memilih menjawab dengan keheningan ketika ditanya media soal absennya sang striker pada laga perdana Premier League melawan Brighton.
Transfer Ollie Watkins: Al-Hilal Belum Menyerah
Al-Hilal telah mengajukan empat tawaran untuk Watkins, dengan nilai yang dikabarkan mendekati £40 juta. Namun, angka tersebut masih jauh dari banderol yang dipatok Aston Villa. Menjelang tenggat transfer pada Selasa pekan depan, Villa disebut akan bermain keras demi mempertahankan pencetak gol terbanyak mereka di era Premier League.
Kesepakatan pun masih jauh dari kata final, meskipun Emery sendiri sudah mengisyaratkan pekan lalu bahwa sang striker bisa saja pergi. Al-Hilal, yang merekrut Crysensio Summerville dari West Ham pada Juli lalu, kemungkinan harus melepas salah satu pemain asingnya untuk memberi tempat bagi Watkins. Hal ini perlu dilakukan meski klub Saudi tersebut sudah meminjamkan Darwin Nunez ke Diriyah pekan lalu, sehingga masih ada beberapa bagian lain yang perlu diselesaikan dalam negosiasi yang berlangsung.
Watkins sendiri diketahui berlatih sendirian setelah kembali dari libur panjang pasca-Piala Dunia. Ia dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk pindah kepada petinggi klub, dan meskipun belum ada pernyataan publik dari Watkins atau perwakilannya, ia diyakini terbuka terhadap peluang hengkang ke Arab Saudi. Sikap ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sang striker serius ingin mencoba peruntungan di Liga Pro Saudi.
Absen di Brighton, Emery Pilih ‘Diam’ Seribu Bahasa
Ketegangan mulai terlihat ketika Villa bertandang ke Brighton pada laga pembuka Premier League, Minggu kemarin. Watkins tidak masuk dalam skuad, dan ketika ditanya Sky Sports mengenai alasan absennya sang striker, Emery menjawab dengan kalimat yang penuh teka-teki: “Pertanyaan ini untuk dia. Saya hanya bisa menjawab dengan keheningan saya.” Pernyataan tersebut terkesan melemparkan persoalan ke pangkuan Watkins sendiri.
Kekalahan telak 4-0 dari Brighton semakin memperkeruh suasana. Keempat gol tuan rumah tercipta dalam 31 menit pertama yang menjadi mimpi buruk, ditambah kartu merah yang diterima pemain debutan Joao Gomes. Insiden ini membuat luka di internal klub semakin dalam, apalagi publik mulai menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Belum ada komentar publik dari Watkins maupun agennya mengenai situasi ini. Akan tetapi, respons Emery yang penuh keheningan itu dinilai mengindikasikan adanya ketegangan antara pelatih dan pemain. Di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah Villa menganggap uang Saudi untuk seorang striker yang akan genap berusia 31 tahun pada Desember nanti — dan musim lalu kerap masuk-keluar dari starting XI — sebagai tawaran yang layak dipertimbangkan?
Rekor dan Kenangan Manis Watkins di Villa
Watkins bukan sosok sembarangan di Aston Villa. Sejak direkrut dari Brentford dengan rekor transfer klub saat itu senilai £28 juta, ia telah mengoleksi 108 gol dalam 278 pertandingan. Penyerang berusia 30 tahun ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kebangkitan Villa dalam enam tahun terakhir.
Puncaknya adalah malam kemenangan di Istanbul, saat Watkins membantu Villa mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun dengan menjuarai Liga Europa setelah mengalahkan Freiburg. Momen itu menjadi mahkota kejayaannya bersama klub, dan membuat namanya diukir dalam sejarah Villa Park. Tidak heran jika ia dianggap sebagai salah satu simbol kebangkitan tim.
Di luar lapangan, Watkins digambarkan sebagai pribadi yang rendah hati dan dekat dengan keluarga. Ia sesekali bermain golf, tetapi selalu menjadikan sepak bola sebagai prioritas utamanya. Watak inilah yang kemudian membuat situasi sekarang terasa begitu janggal bagi banyak pihak di tubuh klub.
Watkins sebenarnya pernah berada di posisi serupa, meski di level yang lebih rendah. Pada 2017, saat bermain untuk Exeter City, ia sempat dicoret oleh manajer Paul Tisdale di tengah ketertarikan Derby County. Watkins meresponsnya dengan memohon kepada manajernya untuk dimainkan, dan hasilnya ia mencetak gol setelah turun dari bangku cadangan dalam kemenangan melawan Wycombe. Sikap pantang menyerah itu justru membuat banyak orang di Villa heran dengan bagaimana hubungannya kini berakhir.
Dampak Emosional: Kepergian yang Paling Menyakitkan
Jika Watkins benar-benar pergi, kepergiannya akan menjadi yang paling emosional di antara sederet pemain bintang yang hengkang musim panas ini. Pengaruh Ezri Konsa di lini belakang memang krusial, tetapi gol, etos kerja, dan kepribadian Watkins menjadikannya salah satu wajah utama Aston Villa. Ia adalah tipe pemain yang diidam-idamkan setiap pelatih: rendah hati, fokus, dan selalu memberikan segalanya.
Karena itulah, pihak internal Villa merasa terkejut dengan bagaimana hubungan dengan Watkins berakhir. Mereka tidak pernah membayangkan kisah ini akan berjalan seperti sekarang. Seandainya Watkins adalah tipe pemain yang pernah menyulitkan manajer sebelumnya, mungkin respons Emery tidak akan terlalu peduli. Namun, karena Watkins selama ini dianggap sebagai pemain ideal, kepergiannya terasa jauh lebih perih.
Emery kini juga harus mencari pahlawan baru setelah ditinggal Morgan Rogers, Youri Tielemans, Lucas Digne, dan Konsa. Rogers dan Tielemans adalah dua pencetak gol di final Istanbul, sehingga kehilangan mereka terasa sangat besar. Jika Watkins ikut hengkang, luka itu akan menjadi yang paling dalam.
Masalah Villa Menumpuk Jelang Deadline
Selain Watkins, Villa juga harus menyelesaikan masa depan Martinez setelah dua musim beruntun pemain internasional Argentina itu merasa tidak betah. Rencana pindah ke Juventus batal karena klub Italia tersebut tidak mau memenuhi tuntutan finansial Villa. Kini solusi harus segera ditemukan untuk kiper berusia 33 tahun itu setelah Zion Suzuki resmi didatangkan sebagai kiper utama yang baru.
Mencari pengganti Watkins akan menjadi pekerjaan yang jauh lebih sulit daripada sekadar mencari suksesor Konsa. Villa sebenarnya sudah bekerja untuk mengganti Konsa, dengan dua tawaran yang ditolak Southampton untuk Taylor Harwood-Bellis. Adapun Brian Madjo, striker berusia 17 tahun yang berhasil didaftarkan setelah Villa memenangkan pertarungan melawan FIFA, bisa menjadi opsi tambahan bagi Emery, meski ia tidak bisa diharapkan memanggul beban sebesar itu sendirian.
Villa sebenarnya terbuka untuk melepas Tammy Abraham, tetapi semakin besarnya peluang Watkins pergi akan memengaruhi keputusan tersebut. Abraham, yang bergabung dari Besiktas pada Januari lalu, tidak mencari jalan keluar dan tetap bahagia di klub. Sementara itu, Nicolas Jackson menjadi target utama Emery karena pelatih asal Spanyol itu pernah bekerja sama dengannya di Villarreal, dan belum ada kontak langsung dengan Manchester United soal Joshua Zirkzee.
Saga transfer Ollie Watkins menjadi ujian terbesar Aston Villa di bursa musim panas ini. Empat tawaran Al-Hilal yang ditolak belum mengakhiri cerita, dan tekanan akan semakin besar menjelang tenggat transfer. Villa harus segera mengambil keputusan terbaik: mempertahankan pemain yang ingin pergi, atau melepasnya demi memaksimalkan nilai transfer dan mencari pengganti yang tepat.
Apapun yang terjadi, kepergian Watkins akan meninggalkan jejak yang sulit dihapus di Villa Park. Villa memang sudah pernah melewati gejolak serupa dengan Emi Martinez musim lalu, tetapi situasi kali ini terasa lebih berat karena menyangkut wajah utama klub. Kini Emery dituntut kembali menemukan cara untuk menjaga tim tetap kompetitif seandainya ditinggal sang bintang.
