Pada tahun 2017, dunia transfer sepak bola dihebohkan oleh perburuan pemain muda asal Prancis, Kylian Mbappe. Salah satu klub yang paling serius mencoba mendatangkannya adalah Liverpool. Pelatih Liverpool saat itu, Jurgen Klopp, mengungkapkan bagaimana usaha Liverpool merekrut Mbappe dilakukan dengan cara yang sangat luar biasa — termasuk menyediakan jet pribadi dan hidangan mewah untuk Mbappe dan keluarganya. Namun, semua upaya tersebut berakhir sia-sia ketika Mbappe akhirnya memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Klopp Beberkan Strategi Liverpool
Dalam sebuah wawancara di pinggir lapangan saat bertugas sebagai analis Piala Dunia, Klopp menceritakan pengalamannya membujuk Mbappe yang saat itu masih berseragam Monaco. Menurut pelatih asal Jerman itu, Liverpool benar-benar mengerahkan segala daya untuk memenangkan persaingan. Ia bahkan menyebut operasi ini sebagai “transfer termahal yang tidak pernah terjadi” dalam sejarah klub.
Pesawat Pribadi dari Blackpool ke Nice
Klopp menjelaskan bahwa pihak Liverpool menyewa sebuah jet pribadi yang terbang dari Blackpool menuju Nice, Prancis. Di sana, “seluruh keluarga Mbappe naik ke jet pribadi dengan lima kamar atau lebih,” kenang Klopp. Penerbangan ini sengaja dilakukan secara melingkar agar pembicaraan tidak tercium publik. “Kami benar-benar berusaha maksimal. Lalu kami terbang berputar-putar, berbicara dengan keluarga, dan menikmati makanan enak,” ujarnya.
Pertemuan Mewah namun Gagal
Meskipun sudah menyiapkan segala fasilitas, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil. Mbappe akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan PSG, pertama dengan status pinjaman dan kemudian menjadi permanen dengan biaya transfer mencapai 180 juta euro (sekitar Rp3 triliun). Keputusan tersebut membuat Klopp dan Liverpool harus menerima kenyataan pahit. “Kami terbang dalam lingkaran. Itu luar biasa. Dan kemudian dia pergi ke Paris,” kata Klopp dengan nada kecewa.
Akhir Cerita: Mbappe Pilih PSG
Mbappe menghabiskan tujuh musim di PSG, menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid pada tahun 2024. Sementara itu, Klopp sendiri melanjutkan kariernya di Liverpool selama sembilan tahun, membawa pulang trofi Liga Champions dan Premier League. Ia meninggalkan jabatannya pada 2024 dan kini banyak dikaitkan dengan posisi pelatih kepala tim nasional Jerman.
Warisan Klopp di Liverpool
Meskipun gagal mendatangkan Mbappe, Klopp tetap dikenang sebagai salah satu manajer tersukses dalam sejarah Liverpool. Usaha kerasnya merekrut pemain top dunia, termasuk usaha Liverpool merekrut Mbappe, menunjukkan ambisi besar klub tersebut. Namun, di dunia transfer, tidak semua yang direncanakan berjalan sesuai harapan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perburuan pemain kelas dunia seringkali membutuhkan strategi kreatif dan dana besar, tetapi tetap tidak menjamin keberhasilan. Bagi Liverpool, kegagalan merekrut Mbappe justru menjadi pelajaran berharga bahwa faktor personal dan keinginan pemain seringkali menjadi penentu akhir.
