Masa Depan Cody Gakpo di Liverpool Mulai Dipertanyakan Musim Panas Ini

Binaraga di Anfield: Cody Gakpo Hadapi Tekanan Baru

Cody Gakpo baru saja mencetak dua gol untuk Belanda melawan Swedia di Piala Dunia, namun di balik sorotan itu, masa depannya di Liverpool justru mulai menjadi tanda tanya besar. The Reds secara mengejutkan telah merekrut Victor Munoz dari Osasuna seharga £34,5 juta dan dikabarkan mengajukan tawaran £86 juta untuk wonderkid RB Leipzig, Yan Diomande. Kedua pemain tersebut sama-sama bisa menempati posisi sayap kiri—posisi favorit Gakpo.

Pertanyaan pun muncul: apakah masih ada ruang bagi pemain berusia 27 tahun itu di skuad utama Liverpool? Atau apakah ini awal dari perpisahan yang tidak terhindarkan?

Cody Gakpo

Peran Gakpo di Bawah Arne Slot: Naik Turun Performa

Musim lalu (2024-25) menjadi puncak karier Gakpo di Liverpool saat ia menyumbang 18 gol dan 7 assist dalam 49 laga di seluruh kompetisi. Hasil itu membuatnya mendapatkan kontrak jangka panjang yang disambut hangat oleh pemain Belanda tersebut. Namun musim berikutnya, meski bermain tiga pertandingan lebih banyak, kontribusinya turun drastis menjadi hanya 9 gol dan 6 assist.

Penurunan ini tidak sepenuhnya kesalahan Gakpo—banyak pemain Liverpool lain yang juga tampil di bawah standar pada musim yang berat. Namun ia sadar bahwa angka-angka itu harus segera ditingkatkan jika ingin tetap menjadi andalan.

Kerja Sama dengan Milos Kerkez: Potensi yang Belum Matang

Salah satu kelemahan yang terlihat musim lalu adalah hubungan Gakpo dengan bek kiri Milos Kerkez, terutama dalam memanfaatkan overlapping run sang full-back. Seiring berjalannya musim, pemahaman mereka mulai membaik. Kini Kerkez kembali dilatih oleh Andoni Iraola, manajer yang pernah membesutnya di Bournemouth. Ini kabar baik bagi Gakpo, karena Iraola diharapkan bisa mempercepat perkembangan Kerkez—dan secara tidak langsung meningkatkan suplai bola untuk Gakpo.

Posisi Serbaguna: Aset Berharga di Tengah Cedera Panjang

Dengan 50 gol dari 180 penampilan, Gakpo menjadi pemain Belanda kedua setelah Dirk Kuyt yang mencapai setengah abad gol untuk Liverpool. Ketika fit, ia biasanya menjadi pilihan utama. Manajemen Liverpool masih menilai Gakpo sebagai penyerang Premier League yang terbukti mampu berfungsi dalam berbagai peran—terutama karena Hugo Ekitike diprediksi absen hingga 2027 akibat cedera Achilles.

Kemampuan Gakpo bermain di posisi tengah menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi Iraola. Jika Diomande datang, persaingan di sayap kiri akan semakin ketat, tetapi fleksibilitas Gakpo bisa membuatnya tetap mendapat menit bermain sebagai false nine atau second striker.

Apa Langkah Selanjutnya? Ancaman Penjualan dan Minat Klub Lain

Setelah kepergian Mohamed Salah, Liverpool diperkirakan akan mendatangkan setidaknya satu penyerang lagi musim panas ini. Pemain muda seperti Rio Ngumoha juga akan mendapat peran yang lebih besar. Florian Wirtz, yang musim lalu sering bermain di sisi kiri untuk Liverpool, juga menjadi pesaing potensial. Bagaimana Iraola memandang posisi terbaik Wirtz akan sangat menentukan nasib Gakpo dalam skema barunya.

Untuk pertama kalinya sejak bergabung pada Desember 2022, ada kemungkinan Gakpo hengkang. Sejumlah klub, termasuk Tottenham Hotspur, dikabarkan memantau situasinya. Biaya transfer diperkirakan mencapai £60 juta—keuntungan besar mengingat Liverpool hanya mengeluarkan £35 juta saat merekrutnya dari PSV Eindhoven.

Pengingat Kualitas di Piala Dunia

Dua gol Gakpo ke gawang Swedia pada akhir pekan lalu menjadi pengingat tajam akan kemampuannya. Gol pertama adalah tap-in sederhana di tiang belakang, sementara gol kedua adalah ciri khasnya: memotong dari sayap kiri lalu melepaskan tembakan kaki kanan ke sudut gawang. Saat rekan setimnya di klub, Alexander Isak, gagal mencetak gol dalam laga yang sama, performa Gakpo justru bersinar.

Catatan Piala Dunia Gakpo sangat impresif: lima gol dalam tujuh penampilan sejak 2022. Total 23 gol dalam 52 caps internasional membuktikan kualitas kelas atasnya. Kapten Belanda dan Liverpool, Virgil van Dijk, tidak ragu memujinya: “Dia pemain sepak bola yang luar biasa. Dia bekerja keras untuk tim, disiplin, dan kualitasnya menonjol—dalam umpan silang, assist, gol.”

Kesimpulan: Keputusan Besar Menanti di Bursa Transfer

Dengan persaingan yang semakin ketat di lini depan, masa depan Cody Gakpo di Liverpool benar-benar di persimpangan jalan. Performa gemilangnya di Piala Dunia bisa memperkuat posisi tawar Liverpool—baik untuk mempertahankannya atau menjual dengan harga tinggi. Namun, seperti yang terlihat pada adaptasi Isak dan Wirtz di musim pertama mereka, tidak ada jaminan para pendatang baru akan langsung sukses. Keputusan Iraola dan tim rekrutmen Liverpool dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu apakah Gakpo tetap menjadi bagian dari proyek Anfield atau harus mencari pelabuhan baru.