FIFA Akan Evaluasi Dampak Istirahat Minum di Piala Dunia 2026
Kepala pengembangan sepak bola global FIFA, Arsene Wenger, mengakui bahwa istirahat minum Piala Dunia 2026 tidak populer di kalangan penggemar. Ia menegaskan bahwa FIFA akan meninjau ulang aturan tersebut setelah turnamen selesai. Pernyataan ini muncul setelah jeda tiga menit yang diterapkan secara wajib di setiap pertandingan, tanpa memandang kondisi cuaca, menuai kritik dari berbagai pihak.
FIFA sebelumnya mewajibkan istirahat minum Piala Dunia 2026 di semua laga yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah ini diklaim sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan pemain. Namun, banyak pihak menilai jeda tersebut lebih menguntungkan penyiar televisi karena dimanfaatkan untuk menayangkan iklan komersial.

Reaksi Penggemar dan Pelatih Terhadap Jeda Hidrasi
Seiring berjalannya turnamen, penonton mulai menunjukkan ketidakpuasan dengan bersiul atau mencemooh saat istirahat minum Piala Dunia 2026 berlangsung. Wenger mengakui bahwa dalam beberapa pertandingan, terutama di stadion beratap, penonton tidak senang dengan interupsi tersebut. “Kami di sini untuk melayani penonton sepak bola, dan setelah turnamen kami akan menarik kesimpulan,” ujar mantan manajer Arsenal itu.
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, juga mengaku tidak menyukai jeda ini. Ia menilai kebijakan tersebut mengganggu ritme pertandingan dan mengubah identitas sepak bola. Sebaliknya, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memberikan dukungan, dengan alasan kesehatan pemain adalah prioritas utama.
Berikut adalah beberapa kritik dan dukungan terhadap jeda hidrasi:
- Penggemar merasa jeda tiga menit terlalu lama dan menghentikan momentum pertandingan.
- Penyiar televisi di AS dilaporkan mendapatkan keuntungan besar dari slot iklan selama jeda, dengan harga rata-rata $200.000 hingga $300.000 per 30 detik, bahkan mencapai $750.000 saat laga tim AS dan babak final.
- Pelatih kerap menggunakan jeda ini sebagai time-out taktis untuk memberikan instruksi strategis kepada pemain.
- Di sisi lain, badan sepak bola Eropa (UEFA) telah memastikan tidak akan mengadopsi aturan serupa.
Dampak Komersial di Balik Istirahat Minum Piala Dunia 2026
Kritik terbesar terhadap istirahat minum Piala Dunia 2026 datang dari dugaan bahwa jeda ini lebih berorientasi pada keuntungan finansial. Para ahli yang diwawancarai BBC Sport menyebutkan bahwa harga slot iklan di Fox Sports selama jeda bisa sangat tinggi. Hal ini memicu pertanyaan apakah keputusan tersebut benar-benar demi kesejahteraan pemain atau sekadar peluang bisnis bagi penyiar.
Wenger sendiri mengakui bahwa tidak semua pihak menyukai jeda ini. “Terkadang orang tidak menyukainya. Tapi keputusan di awal turnamen berlaku untuk semua orang,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menganalisis dampak setelah Piala Dunia selesai, termasuk apakah jeda tersebut mengubah hasil pertandingan.
Ekspansi ke 48 Tim Dinilai Sukses
Selain membahas jeda hidrasi, Wenger juga memberikan komentar positif tentang perluasan Piala Dunia 2026 dari 32 menjadi 48 tim. Menurutnya, keputusan ini etis dan memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara untuk berpartisipasi. “Ini adalah keputusan yang tepat dan sukses besar,” ucapnya. Meskipun sempat diragukan, turnamen dengan format baru ini dinilai berjalan lancar.
Secara keseluruhan, istirahat minum Piala Dunia 2026 menjadi salah satu topik kontroversial yang akan dievaluasi FIFA. Sementara itu, penggemar dan pelatih berharap ada perubahan pada edisi turnamen mendatang agar sepak bola tetap menjadi tontonan yang mengalir tanpa interupsi yang tidak perlu.