Nama Anthony Gordon semakin sulit dilepaskan dari susunan pemain utama Timnas Inggris. Winger Barcelona berusia 25 tahun itu mencetak gol pembuka ketika Inggris mengalahkan Republik Ceko 2-0 pada Selasa malam, setelah sebelumnya juga mencatatkan nama di papan skor saat Inggris kalah 3-2 dari juara dunia Spanyol di Wembley pada Sabtu.
Konsistensi itu membuat kapten Inggris, Harry Kane, menyebut Gordon sebagai salah satu “pemain utama” Three Lions, sejajar dengan nama-nama mapan seperti Jude Bellingham, Kane sendiri, Declan Rice, dan Jordan Pickford. Status tersebut terasa makin kuat karena Gordon baru saja menuntaskan kepindahan mahal ke Barcelona pada musim panas dan langsung melanjutkan performa apiknya di ajang Liga Nations.

Performa Anthony Gordon di Lini Serang Inggris
Grafik penampilan Gordon sebenarnya sudah menanjak sejak fase gugur Piala Dunia bergulir. Rangkaian kontribusinya dimulai ketika ia memberi dua assist untuk kedua gol Kane dalam kemenangan 2-1 atas DR Congo di babak 32 besar, dan sejak itu rata-rata ia menyumbang satu kontribusi gol setiap 69 menit bersama Inggris.
Dalam enam pertandingan terakhir bersama negaranya, Gordon mengoleksi tiga gol dan tiga assist. Ia juga menjadi pemain yang memenangkan penalti saat Inggris meraih kemenangan dramatis atas Meksiko di Stadion Azteca pada babak 16 besar.
Kualitasnya tidak berhenti di level internasional. Bersama Barcelona, Gordon tercatat sudah mengumpulkan lima assist di La Liga, sebuah awal yang dinilai positif untuk pemain yang baru pertama kali mencicipi kerasnya kompetisi Spanyol. Kombinasi performa di klub dan negara itulah yang membuatnya mulai masuk ke dalam kelompok pemain yang oleh pelatih Thomas Tuchel dianggap hampir tidak mungkin dicoret dari starting XI.
Jalan Panjang Menembus Starting XI
Tidak selalu mudah bagi Gordon untuk mengamankan tempat di skuad Inggris. Posisi di sisi kiri serangan menjadi persoalan tersendiri bagi tim nasional dalam beberapa tahun terakhir karena tak ada pemain yang benar-benar mampu mengklaimnya sebagai milik sendiri. Marcus Rashford, Eberechi Eze, Phil Foden, dan Noni Madueke semuanya pernah diberi kesempatan bermain di sektor tersebut.
Gordon mulai muncul sebagai opsi serius pada masa kepemimpinan sementara Lee Carsley. Namun, pada Oktober tahun lalu, ia sendiri mengakui bahwa ia baru menunjukkan sekitar “50 persen” dari kemampuan yang dimilikinya untuk Inggris, sebuah pengakuan yang menunjukkan betapa ia masih merasa belum tampil maksimal.
Sekarang, potensi itu perlahan terwujud. Melawan Republik Ceko, Gordon melepaskan empat tembakan, lebih banyak dari pemain Inggris mana pun, dan juga lebih banyak dibandingkan rekan-rekannya saat menghadapi Spanyol. Angka-angka itu mencerminkan peran barunya sebagai ujung tombak serangan, bukan sekadar pelengkap di sayap.
Pujian Kane dan Tuchel untuk Gordon
Tuchel dikenal senang memberi kejelasan kepada pemainnya soal peran, termasuk siapa saja yang harus mereka kalahkan untuk merebut tempat di tim. Ketika ditanya apakah Gordon sudah masuk kategori pemain pertama yang ditulis di daftar susunan pemain, Tuchel menjawab singkat: “Dia sedang menuju ke sana.”
“Dia mempertahankan tempatnya, dia mempertahankan posisinya, penampilan yang luar biasa lagi setelah aksinya melawan Spanyol,” kata Tuchel. “Dia sangat menentukan melawan Republik Ceko dan mencetak gol yang hebat. Itu sangat, sangat sulit, tetapi teknik dan penyelesaiannya luar biasa. Dia mencetak gol melawan Spanyol, jadi dia punya aksi-aksi yang menentukan dan dia mempertahankan posisinya. Dia melakukannya di level tertinggi dan dia pemain yang sangat penting.”
Kane memberi penilaian senada. Menurut kapten sekaligus pencetak gol terbanyak Inggris itu, Gordon “menunjukkan bahwa dia memang pantas berada di level tertinggi, baik untuk Barcelona maupun Inggris”. Kane menambahkan bahwa penampilan Gordon dalam beberapa laga terakhir termasuk yang terbaik yang pernah ia tunjukkan dengan seragam Three Lions.
“Saya pikir dia benar-benar menikmati momen mengenakan seragam ini dan menjadi salah satu pemain utama di tim. Dia pemain penting bagi kami dan dia membuktikannya selama Piala Dunia,” ujar Kane.
Statistik yang Menegaskan Peran Barunya
Data mendukung peningkatan peran Gordon. Sejak dimulainya fase gugur Piala Dunia, ia setidaknya berada di empat besar pemain Inggris untuk sejumlah indikator, termasuk expected assists (0,9), expected goals (0,9), umpan masuk ke kotak penalti (14), sentuhan di kotak lawan (29), peluang yang diciptakan (delapan), dan tembakan tepat sasaran (lima).
Yang tidak kalah penting, jumlah kontribusi golnya kini setara dengan Bellingham. Keduanya sama-sama mencatatkan enam gol plus assist sejak Inggris berhadapan dengan DR Congo, angka yang menempatkan Gordon sejajar dengan salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini.
Bagi Inggris, ini artinya persoalan lama di sisi kiri serangan akhirnya menemukan jawabannya. Selama ini posisi di sebelah Kane sering menjadi celah dalam formasi Inggris karena tak ada pemain yang benar-benar mampu tampil konsisten, dan kehadiran Gordon memberi Tuchel opsi yang jauh lebih stabil untuk pertandingan-pertandingan besar.
Duel dengan Rashford di Inggris dan Barcelona
Ada cerita menarik yang mengiringi kebangkitan Gordon, yaitu persaingannya dengan Marcus Rashford untuk memperebutkan tempat di sisi kiri, baik di Inggris maupun di Barcelona. Rashford menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Barcelona, tetapi klub Catalan itu memutuskan untuk tidak mempermanenkan statusnya.
Sebagai gantinya, Rashford kembali ke Manchester United, sementara Barcelona menggelontorkan dana 69 juta poundsterling untuk merekrut Gordon dari Newcastle. Keputusan itu sempat menimbulkan perdebatan, namun kini mulai terlihat alasan di baliknya.
Mantan kiper Inggris, Paul Robinson, menilai Gordon telah membuktikan bahwa keraguan itu tidak berdasar. “Banyak orang mengangkat alis ketika Anthony Gordon pergi ke Barcelona dengan harga setinggi itu dan Marcus Rashford kembali ke Manchester United,” kata Robinson kepada BBC Radio 5 Live. “Dia sekarang menjadi bagian penting dari tim Inggris. Ada beberapa pertandingan di Piala Dunia ketika dia diganti dan seharusnya tidak demikian, menurut saya pemain lain yang seharusnya keluar.”
Robinson juga menyoroti variasi permainan Gordon. Menurutnya, ketika sang pemain tampil percaya diri dan berlari dengan kecepatan seperti biasanya, ia bisa melewati bek sayap lawan baik ke dalam maupun ke luar, dan hal itu menyulitkan hampir semua bek yang menghadapinya.
Persepsi yang Berubah dan Sinergi di Sisi Kanan
Gordon sendiri mengakui bahwa kepindahannya ke Spanyol telah mengubah cara orang menilai dirinya. Ia merasa di Inggris publik hanya menghargainya karena kecepatan dan kemampuan menekan, dua atribut yang memang menjadi kekuatannya, tetapi kurang mengapresiasi kualitas dan kecerdasan bermainnya.
“Saya selalu merasa di Inggris orang menghormati saya karena saya cepat dan saya menekan, tetapi mereka tidak benar-benar menghargai kualitas dan IQ yang saya bawa saat bermain,” kata Gordon kepada ITV. “Hanya pemain yang bermain bersama saya yang tampaknya menyadari hal itu. Sekarang saya di Barcelona dan bermain dengan gaya berbeda, kualitas itu lebih terlihat dan orang mulai memperhatikan bahwa saya bukan hanya cepat.”
Ia menambahkan bahwa di Spanyol, terutama di Barcelona, kualitas teknis dan kecerdasan bermain menjadi syarat mutlak. “Di Barca, kalau kamu tidak teknikal, kalau kamu tidak pintar, kamu akan langsung terlihat mencolok,” ujarnya.
Di sisi lain, Gordon juga mulai menemukan chemistry yang solid di lini serang Inggris. Ia tampil apik saat berduet dengan mantan rekan setimnya di Newcastle, Lewis Hall, di sisi kiri, serta berkolaborasi dengan bek kanan Trent Alexander-Arnold yang baru kembali menjadi starter untuk Three Lions setelah hampir dua tahun. Gordon mengaku sudah “tidak sabar” ingin bermain bersama Alexander-Arnold, yang kini memperkuat rival Barcelona, Real Madrid.
“Itu pujian yang besar dan menyenangkan bisa bermain bersamanya,” kata Alexander-Arnold tentang Gordon. “Saya berusaha mendapatkan bola, melihat permainan terbaik yang bisa dilakukan, bermain ke depan dan menciptakan sesuatu. Dan saya berhasil memberikan umpannya.”
Apa yang Menanti Selanjutnya
Tuchel kini sedang membangun tim yang ia yakini bisa bersaing dan menjuarai Piala Eropa 2028. Namun, target terdekatnya adalah memenangkan Liga Nations lebih dulu, dan jika Inggris ingin mewujudkannya, besar kemungkinan Gordon akan memainkan peran penting di dalamnya.
Posisi Gordon yang semakin kokoh juga memberi tekanan positif bagi pemain lain di sektor sayap. Persaingan internal yang sehat semacam ini biasanya berdampak baik bagi tim karena setiap pemain dituntut menjaga level penampilan agar tidak kehilangan tempat, dan hal itu terlihat dari cara Gordon menjaga konsistensinya di setiap pertandingan.
Bagi Barcelona, kontribusi Gordon di La Liga menjadi indikasi bahwa investasi besar mereka tidak sia-sia. Jika ia mampu mempertahankan performa bersama klub dan negaranya, bukan tidak mungkin statusnya akan naik dari “sedang menuju ke sana” menjadi salah satu nama pertama yang pasti tertulis di daftar susunan pemain Tuchel.
Kesimpulan
Perjalanan Anthony Gordon bersama Timnas Inggris menunjukkan bagaimana kesabaran dan konsistensi bisa mengubah status seorang pemain. Dari pengakuan bahwa ia baru menunjukkan separuh kemampuannya, kini ia menjelma menjadi andalan di sisi kiri serangan, dengan torehan tiga gol dan tiga assist dalam enam laga terakhir serta kontribusi yang setara dengan Bellingham sejak fase gugur Piala Dunia.
Dengan pujian dari Kane dan Tuchel, kepercayaan Barcelona yang tercermin dari mahar 69 juta poundsterling, serta persaingan sehat dengan Rashford, Gordon berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pilar utama Inggris menuju Liga Nations dan Piala Eropa 2028.