Setelah Jude Bellingham mencetak gol pembuka Inggris melawan Meksiko di Stadion Azteca, ia dan Harry Kane menjadi dua pemain terakhir yang meninggalkan selebrasi. Tertinggal oleh rekan setim setelah gelombang pertama perayaan, mereka berdiri berdampingan dengan tangan terbentang, menikmati sorakan suporter Inggris yang datang ke Mexico City. Momen itu, bersama dengan nyanyian lagu Wonderwall bersama fans usai pertandingan, akan menjadi salah satu gambar ikonik kampanye Piala Dunia 2026 mereka.
Kane dan Bellingham menjadi kunci dalam kemenangan keras Inggris 3-2 di babak 16 besar. Kurang dari dua menit setelah gol pembuka, sang kapten memberikan assist untuk gelandang Real Madrid itu yang mencetak gol cepat kedua, membungkam pendukung tuan rumah. Lalu tibalah momen Kane. Ketika timnya harus bermain dengan sepuluh pemain setelah kartu merah Jarell Quansah, dan Meksiko bangkit kembali, pemain berusia 32 tahun ini dengan tenang mengeksekusi penalti yang menjadi gol penentu kemenangan. Hanya sedikit pemain yang lebih andal darinya dari titik putih.

Seberapa Besar Ketergantungan Inggris pada Duet Kane dan Bellingham?
Jawaban singkatnya: sangat besar. Duet Kane dan Bellingham telah menyumbang 10 dari 11 gol Inggris di Piala Dunia ini. Satu gol lainnya dicetak oleh Marcus Rashford sebagai pemain pengganti untuk mengunci kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga pembuka. Artinya, Kane (enam gol) dan Bellingham (empat gol) menyumbang 90,9% dari total produksi serangan tim. Angka ini lebih tinggi dari tim mana pun yang tersisa di turnamen.
Sebagai perbandingan, favorit turnamen Prancis berada di posisi kedua dengan 78,6% karena Kylian Mbappe (tujuh) dan Ousmane Dembele (empat) mencetak 11 dari 14 gol mereka. Kane juga bertanggung jawab atas 34,6% expected goals (xG) Inggris, sementara Bellingham menyumbang 20,3% lainnya. Bersama-sama, mereka menghasilkan lebih dari setengah ancaman serangan Inggris (54,9% dari total xG). Kane melepaskan 23,8% tembakan Inggris dan 31,3% tembakan tepat sasaran, sedangkan Bellingham mencatatkan 28,1% tembakan tepat sasaran lainnya. Ini menunjukkan betapa vitalnya peran mereka bagi tim asuhan Thomas Tuchel.
Perbandingan dengan Sejarah Turnamen Inggris
Ini bukan pertama kalinya Inggris sangat bergantung pada dua pemain untuk mencetak gol di turnamen besar. Pada Piala Dunia 1990, Gary Lineker mencetak empat gol dan David Platt tiga gol dari delapan gol Inggris, atau 87,5% dari total. Situasi serupa terjadi enam tahun kemudian di Euro 1996 ketika Alan Shearer (lima) dan Teddy Sheringham (dua) mencetak tujuh dari delapan gol. Di kedua kesempatan itu, langkah mereka terhenti di babak semifinal setelah kalah adu penalti dari Jerman.
Namun, ada cara lain untuk melihat ketergantungan Inggris pada Kane dan Bellingham. Sementara Argentina dan Norwegia sangat bergantung pada satu pemain bintang — Lionel Messi dan Erling Haaland yang masing-masing mencetak 70% dan 63,6% gol tim mereka — beban serangan Inggris dipikul oleh kemitraan yang menghancurkan. Duet ini tidak hanya produktif, tetapi juga saling melengkapi di lapangan.
Bagaimana Kane dan Bellingham Saling Melengkapi di Dalam dan Luar Lapangan
Kane dan Bellingham memiliki total 172 caps internasional. Meskipun Bellingham hampir 10 tahun lebih muda dari Kane, gelandang serang Real Madrid itu sudah memiliki pengalaman enam tahun di level internasional. Sementara striker Bayern Munich itu memulai debutnya bersama Inggris 11 tahun lalu. Pengalaman serta status bintang mereka membuat keduanya menjadi bagian dari kelompok kepemimpinan Inggris.
Mereka memiliki pengalaman bermain di klub besar dan laga-laga penting. Kedua pemain juga vokal di ruang ganti. Kane bersyukur atas kehadiran Bellingham di kelompok kepemimpinan, sementara Bellingham menghargai dukungan publik yang selalu diberikan Kane. Ikatan di antara mereka terlihat dari saling meniru selebrasi. Saat melawan Meksiko, mereka berpose dengan tangan terbentang di depan penonton ala Bellingham.
Yang terpenting, di lapangan, mereka padu dengan baik. Pergerakan Bellingham membuka lebih banyak ruang bagi Kane, sementara sang kapten tidak egois dalam menciptakan peluang bagi rekannya, seperti yang terlihat dalam assist untuk gol Bellingham. Dengan ketergantungan yang begitu besar pada duet ini, langkah Inggris di perempat final melawan Norwegia beserta Haaland akan menjadi ujian nyata seberapa jauh kemitraan mereka bisa membawa tim.