Rencana Kontroversial FIFA Jual Saham Piala Dunia: Tenggat 19 September

FIFA Beri Ultimatum ke 211 Anggota: Setujui Rencana Jual Saham Atau Kehilangan Dana

Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali menimbulkan gelombang kontroversi di dunia sepak bola. Ia baru saja mengirimkan surat kepada 211 asosiasi anggota yang isinya menjanjikan dana sebesar $40 juta (£30 juta) jika mereka mendukung rencana kontroversialnya untuk menjual saham kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia. Namun, ada batas waktu ketat yang diberikan: para anggota harus menyatakan sikap paling lambat 19 September jika ingin mendapatkan dana tahap awal $20 juta (£15 juta).

FIFA

Rencana FIFA jual saham Piala Dunia ini bertujuan menciptakan anak perusahaan komersial baru yang akan mengelola seluruh event besar mereka. Pihak eksternal, termasuk investor swasta, akan diizinkan membeli saham di perusahaan tersebut. Langkah ini langsung menuai kecaman keras, terutama dari UEFA dan beberapa konfederasi sepak bola utama dunia.

Apa Isi Surat dari Gianni Infantino?

Dalam surat setebal lima halaman yang bocor ke publik, Infantino menjelaskan bahwa jika asosiasi anggota merespons positif sebelum tenggat, maka $20 juta akan langsung tersedia mulai 1 Januari. Uang tersebut berasal dari hasil penjualan saham minoritas FIFA di FIFA Forward Enterprise—sebuah entitas yang dirancang untuk memaksimalkan pendapatan komersial dengan menggandeng investor.

Infantino membela rencana ini sebagai “tawaran, bukan kewajiban.” Dalam video pernyataan resmi, ia menekankan bahwa ini adalah proses demokrasi dan konsultasi. “Ini adalah kesempatan emas untuk mempercepat perkembangan sepak bola secara global,” ujarnya.

Reaksi Keras UEFA dan Federasi Anggota

“FIFA Tidak Bisa Terus Memperkaya Diri Sendiri”

UEFA segera mengeluarkan pernyataan pedas pada Rabu lalu. Mereka mengecam penggunaan tenggat waktu sebagai alat tekanan. “Kami tahu oposisi terhadap skema FIFA semakin besar. FIFA tidak bisa terus menggunakan olahraga kita untuk memperkaya diri dan teman-teman mereka,” demikian bunyi pernyataan resmi UEFA.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga mengaku “sama sekali tidak tahu” tentang proposal ini. Seorang juru bicara FA menyatakan keprihatinan mendalam atas kurangnya proses dan tata kelola yang transparan. Mantan ketua FA dan Manchester City, David Bernstein, bahkan menyerukan Inggris untuk boikot Piala Dunia jika rencana ini tetap berjalan. Ia menyebut situasi ini “benar-benar mengerikan dan berbau kronisme.”

Reaksi dari Konfederasi Lain

Concacaf (Amerika Utara dan Tengah) ikut menyuarakan kekecewaan mereka karena rancangan besar ini didesain dan dipublikasikan sebelum dibahas dengan badan tata kelola. Federasi Sepak Bola Prancis juga mengaku tidak dilibatkan dan kekurangan informasi spesifik untuk memberikan penilaian.

Presiden La Liga, Javier Tebas, menuding Infantino mencoba membeli suara menjelang Kongres FIFA Maret mendatang. “Pembangunan sepak bola tidak boleh digunakan untuk membeli suara atau membungkam kritik. Kompetisi dan hak komersial FIFA bukanlah properti pribadi Infantino,” tegasnya.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memperingatkan agar inisiatif sebesar ini harus didasari pada prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan konsultasi yang bermakna. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) akan mengadakan pertemuan eksekutif untuk mengevaluasi proposal tersebut.

Kekhawatiran Akan Boikot dan Perpecahan

Wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan presiden Borussia Dortmund, Hans-Joachim Watzke, menyebut rencana ini sebagai “serangan absolut terhadap sepak bola.” Ia menegaskan bahwa garis batas telah dilewati. UEFA sendiri telah mengadakan pertemuan darurat dengan 55 anggotanya untuk menyusun rencana aksi, dan kemungkinan boykot Piala Dunia menjadi salah satu opsi yang dibahas.

Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, ikut angkat bicara: “Hubungan dekat antara presiden FIFA dan presiden AS telah mencapai dimensi finansial yang sangat merusak sepak bola. Tidak ada yang punya hak untuk menjual olahraga kita.

Di sisi lain, ada juga suara dukungan. Presiden Asosiasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, melihat adanya manfaat pragmatis bagi sepak bola Ceko. Namun, dukungan ini terisolasi di tengah gelombang kecaman global.

Kesimpulan: Krisis Tata Kelola Terbesar Sepak Bola?

Rencana FIFA jual saham Piala Dunia ini memicu krisis kepercayaan antara FIFA dan para pemangku kepentingan utama. Dengan tenggat 19 September yang mendekat, dunia sepak bola kini berada di persimpangan: apakah akan tunduk pada tekanan finansial atau mempertahankan integritas tata kelola olahraga. Seruan untuk boikot dan perlawanan dari UEFA, FA, dan konfederasi besar menunjukkan bahwa perjuangan melawan komersialisasi berlebihan ini baru saja dimulai. Yang jelas, masa depan Piala Dunia dan hubungan antara FIFA serta anggotanya tengah diuji.