Kembalinya Roberto Mancini ke Timnas Italia
Roberto Mancini resmi ditunjuk kembali sebagai pelatih kepala Timnas Italia untuk periode kedua. Keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) ini diumumkan hanya sehari setelah Andrea Pirlo mengundurkan diri dari bursa pelatih dan Paolo Maldini meletakkan jabatan sebagai direktur teknis. Situasi ini menandai babak baru dalam upaya FIGC membangun kembali skuad Azurri yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan di kancah internasional.
Sebelumnya, Gennaro Gattuso meninggalkan posisinya pada April 2025 setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Andrea Pirlo sempat menjadi kandidat kuat penggantinya, namun ia memilih mundur karena kontroversi hubungannya dengan perusahaan taruhan asal Rusia. Kekosongan kursi pelatih dan gejolak internal FIGC membuat penunjukan Roberto Mancini kembali latih Italia menjadi langkah yang dianggap paling realistis dan menstabilkan.

Presiden FIGC Giovanni Malago menyatakan, “Saya yakin orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini.” Ia menambahkan bahwa pengalaman dan rekam jejak Mancini di level klub dan tim nasional menjadi faktor utama keputusan tersebut. Selain itu, Claudio Ranieri, pelatih legendaris yang membawa Leicester City juara Premier League, akan menggantikan Maldini sebagai direktur teknis baru.
Kontroversi Andrea Pirlo dan Dampaknya
Keputusan FIGC untuk tidak menunjuk Andrea Pirlo memicu reaksi berantai. Paolo Maldini dan penasihat Leonardo memilih mundur setelah mengetahui bahwa Pirlo bukan pilihan utama. Padahal, Maldini baru dua minggu menjabat sebagai direktur teknis. Sebelum mendekati Pirlo, FIGC juga sempat merayu Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, namun keduanya menolak tawaran.
Andrea Pirlo, yang sebelumnya sukses melatih Juventus dan klub Turki, mundur karena tekanan publik terkait afiliasinya dengan perusahaan taruhan. Meski demikian, banyak kalangan menilai bahwa FIGC sebenarnya sudah menjadikan Roberto Mancini sebagai target utama sejak awal, dan kontroversi Pirlo hanyalah pemicu percepatan proses.
Rekam Jejak Roberto Mancini: Antara Prestasi dan Tantangan
Mancini (61 tahun) bukan nama baru di sepak bola Italia. Ia pernah menangani Timnas Italia dari 2018 hingga 2023 dan mempersembahkan gelar Euro 2020 setelah mengalahkan Inggris di final Wembley. Di bawah asuhannya, Italia mencatat rekor dunia 37 pertandingan tak terkalahkan. Namun, kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 setelah kalah dari Makedonia Utara di play-off membuatnya mundur pada Agustus 2023.
Karier klub Mancini juga mentereng. Ia membawa Manchester City meraih gelar Premier League pertama pada 2012, sukses bersama Lazio dan Inter Milan dengan memenangkan Coppa Italia di kedua klub, serta tiga gelar Serie A bersama Inter. Pengalamannya melatih Galatasaray, Zenit St Petersburg, timnas Arab Saudi, dan Al Sadd Qatar menambah kekayaan taktiknya.
Meski begitu, tantangan besar menanti. Italia kembali gagal di play-off Piala Dunia pada awal 2025, yang berujung pada pemutusan kontrak Gattuso. Bersama Roberto Mancini kembali latih Italia, FIGC berharap stabilitas dan mental juara sang pelatih mampu membawa Italia kembali ke pentas Piala Dunia, yang terakhir kali mereka ikuti pada 2014.
Persiapan Menatap Nations League
Pelatih U-21 Silvio Baldini sempat menangani tim senior sementara setelah kepergian Gattuso. Kini, dengan hadirnya Mancini, Italia akan memulai kampanye UEFA Nations League pada 25 September 2025 dengan menjamu Belgia di kandang, lalu bertandang ke Turki tiga hari kemudian. Laga-laga ini akan menjadi ujian perdana bagi skema baru Mancini.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa FIGC mengambil langkah tepat dengan memulangkan Mancini. Selain faktor pengalaman, ia dianggap mampu membangun kembali mentalitas pemenang di skuad muda Italia. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Mancini bisa mengulangi keajaiban seperti saat memenangkan Euro 2020 atau justru menghadapi nasib serupa dengan kegagalan kualifikasi Piala Dunia.
Roberto Mancini sendiri menyambut positif kesempatan kedua ini. Dalam pernyataan resminya, ia bertekad mengembalikan kejayaan Timnas Italia dan memastikan mereka tidak absen lagi di turnamen besar dunia.